Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu.

Waktu terbaik berikutnya adalah sekarang.

[Teman bicara tentang hidup, bisnis, dan perjalanan menjadi manusia.]

Banyak bisnis lahir dari ambisi untuk tumbuh.
Namun di tengah perjalanan, tidak sedikit founder yang mulai kehilangan arah: lupa mengapa bisnis itu dibangun, untuk siapa ia dijalankan, nilai nilai apa yang harus ia jaga, dan manusia seperti apa yang ingin dibentuk olehnya. Banyak pengusaha kemudian takut bangkrut, dan karenanya mereka rela menggadaikan Tuhan nya. 

Dudunotes hadir sebagai ruang berpikir dan teman bicara bagi founder startup dan pemilik bisnis yang ingin membangun usaha dengan lebih sadar — bukan hanya bertumbuh lebih besar, tetapi juga benar.

Saya percaya bahwa bisnis bukan sekadar alat mencari keuntungan.
Bisnis adalah cerminan cara manusia memahami hidup, memandang orang lain, dan menghamba kepada Tuhannya (perjalanan spiritual). Karena sebaik-baik manusia adalah ia yang paling bermanfaat. Ketika dunia bergerak semakin cepat, kompleks, dan eksponensial – banyak orang sibuk mengejar pertumbuhan, tetapi lupa menjaga makna. Padahal, bisnis yang bertahan lama bukanlah dibangun oleh ia yang paling agresif atau cepat pertumbuhannya – melainkan oleh mereka yang paling kuat menghujamkan akarnya kedalam bumi kerendahan hati. 

 (dudunotes.com)